Jum’at, 23 Desember 2005
Metro
Nasabah Bank Dirampok
Transfer merupakan langkah aman memindahkan uang.
JAKARTA - Kawanan perampok bersenjata api beraksi di area kantor Bank Mandiri Tebet, Jakarta Selatan, kemarin sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka yang berjumlah empat orang itu mengincar tas Ferdinand yang berisi uang tunai Rp 75 juta.
Ferdinand yang baru turun dari mobil Kijang B-7412-YM langsung dihadang. Dia ditembak kakinya oleh perampok setelah sempat saling dorong. Ferdinand berhasil lari mengamankan tasnya. Namun, Bayudi, satpam Bank Mandiri yang berusaha menghalau perampok, tertembak di bagian kepalanya.
Komplotan perampok lantas kabur dengan sepeda motor bebek. Ferdinand dan Bayudi dilarikan ke Rumah Sakit Tebet. Bayudi meninggal dengan peluru yang masih bersarang di tengkorak bagian belakang.
Korban penembakan lainnya adalah Dinta, 18 tahun. Punggungnya terserempet peluru saat antre di anjungan tunai mandiri di dekat lokasi kejadian. "Perampoknya kabur ke Jalan Tebet Timur Raya," kata Sugiono, tukang parkir.
Ferdinand mengaku sempat saling dorong dengan salah satu perampok. Saat itu dia hendak menyetorkan uang Rp 75 juta yang baru diambil dari BCA Cabang Gudang Peluru.
Menurut Rahmat, pedagang yang melihat peristiwa itu, satpam Bayudi tertembak ketika hendak mengejar perampok. "Dia tertembak sebelum berhasil menangkap," kata Rahmat.
Standar pengamanan wilayah perbankan sebenarnya telah terbentuk melalui kerja sama antara kepolisian dan institusi perbankan. "Pembinaan teknis di bawah bimbingan polisi," tutur Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Ekoputro Adijayanto.
Pada bank cabang utama, kata dia, biasanya ada dua satpam diperlengkapi senjata api. Untuk cabang ukuran kecil, cukup seorang satpam diperlengkapi senjata api.
Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar I Ketut Agung Yoga Ana mengatakan, aksi kejahatan dengan sasaran nasabah bank bisa dicegah. Caranya adalah nasabah meminta perlindungan kepada polisi terdekat. "Caranya gampang, bisa melalui telepon. Tapi lebih baik langsung datang ke kantor polisi terdekat," katanya.
Menurut dia, polisi tak memungut biaya. Pelayanan diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan, terutama yang membawa uang dalam jumlah besar. Jumlah polisi yang mengamankan pun bergantung pada tingkat kebutuhan keamanan.
Untuk membawa uang hasil transaksi perbankan yang mencapai ratusan juta rupiah, biasanya pengamanan melibatkan dua orang polisi bersenjata api. Ketut melihat, perampokan nasabah bank dengan senjata api belum menunjukkan tren yang meningkat.
Ini, kata dia, kejahatan dengan pola lama yang kerap terjadi. Langkah yang paling praktis dan aman adalah memindahkan uang menggunakan jasa transfer antarbank. YUDHA SETIAWAN | YULIAWATI
koran