Digital

Jauh Tak Jadi Masalah

Dilengkapi lensa zoom 28-560 mm.

Rasanya belum lama Canon meluncurkan sekaligus tiga seri kamera digital; PowerShot A1000 IS, A2000 IS, dan SX110 IS. Pada akhir bulan lalu, vendor kamera terkemuka itu memperkenalkan produk baru lagi, PowerShot SX10 IS.

Kamera kompak ini penerus SX110 IS, salah satu yang belum lama diluncurkan itu. Meski sama-sama seri PowerShot ultra-zoom, SX10 IS jauh lebih maju ketimbang pendahulunya. Lensa zoom-nya luar biasa, dengan cakupan 28 mm hingga 560 mm, atau 20x optical zoom. SX110 IS, cuma 10x optical zoom.

Jadi, dengan kelebihan yang dimiliki SX10 IS itu, memotret jarak jauh pun tak lagi jadi masalah, meski kamera ini tergolong kamera kompak. SX10 IS diklaim mampu menangkap gambar jarak jauh dengan baik. Misalnya, memotret bintang kesayangan yang sedang beraksi di lapangan sepak bola, atau memotret matahari terbenam dari balkon hotel saat liburan. Pengguna juga dapat memainkan lensa zoom dengan cepat untuk mendekatkan detail ekspresi wajah seseorang yang berada di kejauhan.

PowerShot SX10 IS yang memiliki resolusi 10 megapiksel ini juga diklaim memiliki fitur lebih lengkap yang membuat nyaman pengguna. Teknologi pendeteksi wajah, layar LCD 2,5 inci, serta mode MovieSnap untuk merekam gambar video resolusi tinggi.

"Fitur-fitur SX10 IS telah ditingkatkan untuk menawarkan daya zooming lebih besar kepada penggemar kamera kompak, dan harganya akan membuat mereka appreciate," kata Yuichi Ishizuka, wakil presiden senior, General Manager Consumer Imaging Group, Canon USA.

“Kemampuan mengambil gambar dengan lensanya membuat konsumen tak perlu lagi memilih, memotret orang yang dicintai atau latar belakangnya yang indah," ujarnya.

Kamera ini bisa digunakan untuk merekam film berformat VGA. Juga, mampu merekam hingga satu jam atau 4 gigabita setiap klip. Dilengkapi Voice Coil Motor (VCM), memungkinkan kecepatan fokus lebih cepat saat mengurangi noise.

SX10 IS dilengkapi 24 mode pengambilan gambar. Dari otomatis penuh ke manual, melalui mode seperti kamera SLR, terletak di bagian atas kamera. Pada mode manual, pengaturannya dapat dipilih melalui layar, termasuk Program AE, kecepatan rana, bukaan, serta eksposur manualnya.

PowerShot SX10 IS mengusung Canon DIGIC 4 Imaging Processor. Prosesor gambar ini merupakan pengembangan dari DIGIC III yang digunakan pada kamera-kamera Canon keluaran sebelumnya. Diklaim sebagai teknologi eksklusif untuk meningkatkan kinerja kamera digital, seperti pemrosesan kecepatan dan kualitas gambar.

Salah satu fitur baru yang mendukung DIGIC 4 ini adalah Servo AF, yang merupakan fasilitas pelacakan fokus untuk subyek bergerak. Dengan setengah menekan tombol rana, kamera dapat melacak gerakan subyek untuk tetap menghasilkan foto tajam.

Selain itu, fasilitas ISO kecepatan tingginya memungkinkan pengguna mendapat gambar berkualitas tinggi, sekalipun dalam gelap tanpa lampu kilat. Fungsi Intelligent Contrast Correction-nya secara otomatis meningkatkan kualitas gambar dalam situasi seperti itu.

Tertarik? Kamera ini dipasarkan pada akhir Oktober, mulai dari Amerika Serikat. SX10 IS cuma dibanderol US$ 399,99, dengan kelengkapan, antara lain, baterai AA Alkaline, kabel USB antarmuka, kabel AV, tali leher, lensa, tutup lensa, Canon software suite, dan garansi 1 tahun Canon USA. DIMAS | IMAGING-RESOURCE | DIGITALCAMERAREVIEW | CANONUSA.COM

TempoInteraktif

Saham
Indeks Saham Berpeluang Kembali Menguat
-----------------
Kesehatan
Wabah Campak Mengancam Eropa
-----------------
Sepakbola
Aktivis Kritik Hukuman terhadap Obafemi Martins
-----------------
Nusa
Penentuan Upah Minimum Semarang Diputuskan Besok
-----------------
Amerika
Venzuela Usir Duta Besar Israel
-----------------
Nusa
Balikpapan Siapkan Rp 3 Miliar Untuk Atasi Demam Berdarah
-----------------
Gosip
Kakek Hefner Punya Gandengan Baru
-----------------
Sepakbola
Roberto Rosetti Jadi Wasit Terbaik Dunia 2008
-----------------
Oops
Kampanye Atheis dengan Bus Kota
-----------------
It
Ponsel dari Botol Bekas ala Motorola
-----------------

Custom Search