Kampanye Gaya Calon Ibu Negara
Tidak bisa tidak, perhatian dunia akhir-akhir ini tertuju pada dua calon presiden Amerika Serikat, Barrack Obama dan John McCain. Sorotan media tak hanya pada dua tokoh yang bertarung itu. Para istri mereka juga jadi sasaran perhatian khalayak, karena salah satu dari mereka akan menjadi ibu negara Amerika Serikat dan, tentu saja, menjadi ikon publik. Maka, soal penampilan dan gaya tentu turut jadi pertimbangan masyarakat.
Michelle Obama, misalnya, kini secara ketat dibayang-bayangi oleh para pewarta mode untuk diberitakan apa yang dikenakannya. Mereka juga membahas pilihan busana Michelle di acara-acara besar.
Penampilan Michelle, mantan pengacara swasta yang mendapat gelar dari Harvard University, Amerika, baru benar-benar mekar ketika ia pindah ke sektor publik yang memberinya kesempatan lebih banyak untuk tampil secara profesional. Ia juga lebih banyak jadi sorotan ketika menjadi vice president di hubungan komunitas dan eksternal University of Chicago Medical Center.
Beberapa pengamat mengatakan selera Michelle tak banyak berubah. Sebagai pendamping Obama, ia tampak bersemangat dan berusaha keras memiliki gaya sendiri sebagai istri presiden modern. Karena itu, banyak orang yang membandingkan Michelle dengan Jackie Kennedy.
Apalagi kini sebagian besar masyarakat industri fashion mencintai dan mendukung pasangan ini. Michelle seperti membawa kembali makna kata sophisticated dan selera elegan di kancah politik. Pilihannya selalu unik, klasik, dan chic.
Pada sebuah kesempatan, misalnya, ia mengenakan gaun terusan Thakoon Resort 2009 merah-hitam dengan tiga bros dari Erickson Beamon. Thakoon boleh dibilang desainer baru, tapi Michelle tampaknya tak terlampau peduli. Dia tahu Thakoon akan tampak bagus buat dirinya.
Ketika hadir di konvensi Partai Demokrat, ia mengenakan gaun hijau tosca sederhana tapi sangat berkarakter. Publik tak hanya terpukau oleh pidatonya, tapi juga keanggunannya dan apa yang dikenakannya. Pilihan gaunnya disebut sangat bijak, bahkan ada yang menilai ini adalah pilihan busana terbaik untuk keluarga calon presiden yang akan melangkah ke Gedung Putih.
Beberapa waktu lalu Michelle Obama didapuk sebagai tokoh wanita berbusana terbaik di dunia berdasarkan jajak pendapat versi Majalah Vanity Fair. Langsung rumor beredar bahwa editor Vogue, Andre Leon Talley, telah berjasa menjadi penasihat gaya dan mendandani Michelle.
Rumor itu langsung dibantah Andre. "Biar saya tegaskan, saya tak pernah sama sekali memberinya saran tentang apa yang mesti dikenakan,” katanya. “Malah saya pikir Michelle Obama sama sekali tak membutuhkan saran.”
Laura Schwartz, bekas penasihat istri mantan kandidat presiden dari Partai Demokrat, Senator John Kerry dari Massachusetts, Teresa Heinz Kerry, punya pandangan sendiri tentang Michelle. Menurut Schwartz, Pilihan gaunnya mengekspresikan rasa percaya diri yang tinggi. Michelle tak ingin terlihat terlalu berkilau. “Ia sangat sederhana dan ini bagus di era perang propaganda ketika orang-orang McCain selalu berkata, Obama itu orang elite dan terperangkap di dunia selebritas," katanya.
Schwartz sendiri menilai Michelle lebih cocok mengenakan gaun daripada suit atau setelan. "Ia tampak mempesona dalam gaun. Itulah yang kita lihat dalam dirinya. Ia memainkan hal ini dengan sangat baik," kata Schwartz.
Dalam banyak kesempatan Michelle sering memilih gaun dari desainer asal kotanya, Chicago, Maria Pinto, yang selalu menyediakan gaun-gaun baginya selama masa kampanye. Pinto membangun bisnisnya dari bawah dan menjadi salah satu kisah sukses di Chicago.
Menurut Schwartz, Michelle mungkin telah mengangkat Pinto sebagai desainernya jauh-jauh hari, karena Pinto adalah salah satu kisah sukses mirip mimpi Amerika. Itu seperti yang ingin digambarkan Michelle akan dirinya sendiri dan dilakukan suaminya, Barrack Obama.
Schwartz merasa tak heran jika gaya unik Michelle bisa jadi tren di kalangan perempuan aktif, misalnya kalung dengan bandul besar, mirip matahari yang dikenakannya di satu kesempatan. "Sangat inspiratif. Wanita di semua penjuru dunia bisa melakukannya," ujar Schwartz.
Wanita seperti Michelle, Schwartz menambahkan, merencanakan dengan sangat hati-hati apa yang akan dikenakan di tiap kesempatan. Mereka akan meneliti latar belakang terlebih dulu dan melihat arena tempat dia akan menyampaikan pidatonya untuk meyakinkan bahwa apa yang dia kenakan cocok dengan atmosfer sekelilingnya.
Jika langkah Obama mulus sampai ke Gedung Putih, Schwartz yakin Michelle tak akan mengganti gayanya. "Kini pun Michelle telah tampil layaknya seorang first lady. Gayanya sudah anggun dan elegan sehingga ia tak perlu banyak perubahan lagi," tutur Schwartz. UTAMI WIDOWATI/pelbagai sumber