YANG TERINSPIRASI OLEH TELUR
Telur ayam, putih bersih, bulat lonjong alias elips. Banyak manfaat yang bisa diambil dari telur. Selain bisa dimakan, dari telur bisa menetas seekor anak ayam yang banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Filosofi itulah yang digunakan manajemen Sekolah Kristen IPEKA dalam membangun salah satu gedung di kantor pusatnya di Meruya Utara, Jakarta Barat.
Gedung II, demikian mereka menyebut bangunan elips tersebut. Gedung ini diapit dan terhubung dengan gedung I, yang digunakan untuk belajar murid taman kanak-kanak serta sekolah dasar, dan gedung III, yang digunakan untuk belajar murid SMP dan SMA. Gedung I dan gedung III berbentuk kubik, seperti halnya gedung-gedung sekolah. Luas seluruh bangunan gedung kantor pusat Sekolah Kristen IPEKA 31 ribu meter persegi dan berdiri di atas tanah seluas 18.700 meter persegi.
Karena posisinya yang langsung berhadapan dengan jalan tol, arsitek mendesain ketiga bangunan tersebut berbentuk huruf U membelakangi jalan tol. "Tujuannya agar tidak menangkap suara dari jalan tol," kata Syendi Prionggo, project manager pembangunan gedung Sekolah Kristen IPEKA, kepada Tempo.
Dilihat dari luar, gedung II terlihat seperti telur dengan diameter dasar dan bagian atas berbeda. Ukuran diameter bawah lebih besar, yaitu 44,5 meter dan 30 meter, sedangkan diameter bagian atas 36,5 meter dan 21 meter.
Warna dinding luar gedung dipilih putih bersih, yang membuatnya terlihat cerah. Semua bahannya menggunakan bahan aluminium composite panel agar mudah dibersihkan dan mudah pengerjaannya. Sementara itu, kerangkanya menggunakan besi hollow. Semua bahan dinding diimpor langsung dari Korea.
Perbedaan diameter gedung II inilah yang menyebabkan pemasangan dinding penutup memakan waktu sangat lama, yakni hampir sama dengan pembangunan gedung I dan III, yang memakan waktu hingga 10 bulan. "Karena diameter berbeda, harus dibuat model yang berbeda-beda," kata Syendi. Gedung II terdiri atas tujuh lantai, yang digunakan sebagai fasilitas pendukung, seperti gedung olahraga, ruang administrasi, ruang pertemuan, dan auditorium.
Lantai satu digunakan sebagai lapangan basket dan bulu tangkis. Lapangan ini dilengkapi dengan tribun untuk penonton dan papan skor digital. Penyangga ring basket bisa dilipat dan digeser, sehingga lapangan bisa juga digunakan untuk acara pentas musik atau acara lainnya.
Lantai dua digunakan sebagai kantor administrasi. Meski dari luar berbentuk elips, ruangan bagian dalam tetap berbentuk persegi. hanya bagian-bagian tertentu yang berbentuk elips mengikuti bentuk dinding.
Lantai dua gedung II ini terhubung dengan gedung III melalui sebuah koridor. Saat kita keluar dari gedung II, akan tersaji sebuah taman berukuran 10 x 40 meter, lengkap dengan berbagai tanaman hias dan kolam.
Taman tersebut berhadapan langsung dengan perpustakaan, yang dindingnya terbuat dari kaca transparan. Dari dalam perpustakaan, sambil membaca buku, pengunjung bisa melihat pemandangan luar.
Perpustakaan juga didesain unik agar menarik minat siswa. Di samping disediakan kursi bagi yang ingin membaca dan tidak diganggu, disediakan sebuah panggung setinggi 30 sentimeter sebagai area lesehan untuk diskusi.
Kembali ke gedung II. Lantai 3 dan 4 gedung II dibuat menyatu, yang digunakan sebagai ruang pertemuan. Interior ruang pertemuan, yang berukuran 20 x 25 meter, didominasi oleh material kayu. Terdapat dua pintu masuk. Pintu masuk pertama adalah pintu utama untuk yang naik menggunakan tangga. Sedangkan pintu kedua, yang terletak di samping kanan, bagi yang naik menggunakan lift.
Sementara itu, plafon terdiri atas papan gypsum dan bahan akustik untuk mencegah agar tidak menimbulkan gaung saat ada suara. Lantai 5 dan 6 gedung II belum selesai 100 persen sehingga belum bisa digunakan. Nantinya, kedua lantai itu akan digunakan sebagai auditorium. Sungguh sebuah institusi pendidikan yang terancang elok. l ERWIN DARIYANTO