Ilmu dan Teknologi

Pembuat Pompa Terpilih Sebagai Warga Berprestasi

JAKARTA - Sudiyanto terpilih sebagai warga paling berprestasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam "Program Indonesia Berprestasi Award (IBA) 2008" yang digelar oleh operator telekomunikasi PT Excelcomindo Pratama Tbk, kemarin. Warga Banyumas, Jawa Tengah, yang mendesain pompa air tenaga air (dinamakan Hydrolic Ram atau Hydram) itu akhirnya mengungguli Wilson Waleri Wenas dari Institut Teknologi Bandung yang meneliti sel surya.

Sehari sebelumnya, Sudiyanto menjelaskan kepada Tempo bahwa pompa buatannya itu mampu membuat air naik sejauh 10 meter sampai dengan ratusan meter dengan hanya menerjunkan air kurang lebih tiga meter. "Perbandingannya 2:1. Dua bagian air digunakan sebagai pemompa atau menjadi limbah, satu bagian air yang naik," ujarnya sambil menambahkan, "Itu sebabnya Hydram tidak cocok untuk digunakan dalam rumah tangga. Butuh suplai air yang kontinu."

Meski begitu, Sudiyanto bangga karena seluruh komponen yang digunakannya, termasuk klep, berasal dari barang bekas. Pompa itu pun terbukti unggul. "Saya pernah membandingkannya dengan pompa sejenis buatan Belanda. Hydram mampu memompa air lebih kencang dengan jangkauan yang lebih tinggi," tuturnya.

Sejak 1999 lalu, satu di antara Hydram yang didesainnya sudah digunakan oleh warga Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Di sana, air dipompa dari sumbernya di lembah ke pemukiman yang berada di ketinggian 215 meter dari pompa. Total jarak yang ditempuh air adalah 1.250 meter. "Air biasanya mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, tapi saya bisa membuat sebaliknya," ujarnya.

Selama ini, Sudiyanto menjual pompa air kreasinya itu senilai Rp 1,5 juta sampai Rp 3,5 juta, bergantung ukuran pompa. Selama ini pula ia tidak memusingkan persoalan paten. "Tapi kemarin saya bertemu dengan Kepala LIPI dan beliau bersedia membantu saya dalam proses mendapatkan hak paten," katanya.

Kepala LIPI Umar Anggara Jenie adalah satu di antara enam anggota dewan juri IBA 2008. Selain kategori ilmu pengetahuan dan teknologi, IBA juga memiliki empat kategori lainnya, yakni kewirausahaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan sosial-budaya.

Di bidang pendidikan, dewan juri IBA 2008 memilih Gola Gong dari Banten sebagai pemenang. Warga yang satu itu dianggap paling berprestasi karena telah membangun generasi baru melalui literasi yang berwawasan melalui sastra, film, teater, dan gambar. Selain mendapat penghargaan, mereka yang menang di masing-masing kategori juga dijanjikan hadiah uang tunai senilai Rp 25 juta. yophiandi/wuragil

Indonesia Moncer di ASEAN Skill Competition

KUALA LUMPUR - Indonesia berhasil menyabet lima medali emas, lima medali perak, dan empat medali perunggu dalam ajang kompetisi bidang kejuruan industri, ASEAN Skill Competition (ASC) ketujuh. Di sela-sela acara penutupan dan pengumuman pemenang yang dilakukan di Akademi Binaan Malaysia Wilayah Tengah, Selasa malam lalu, Ketua Tim Kontingen Indonesia, Abdul Wahab Bangkona, menyatakan pencapaian itu sudah sangat memuaskan.

Kalau dibandingkan dengan prestasi dua tahun lalu di Brunei Darussalam, hasil perolehan medali tahun ini memang satu medali emas lebih sedikit. "Tapi secara keseluruhan, prestasi kita bertambah," kata Abdul sambil menguraikan bahwa di Brunei lalu para pemuda dari Indonesia (peserta dibatasi berusia kurang dari 25 tahun) menyabet enam medali emas, dua perak, dan dua perunggu.

Tahun ini, selain tiga jenis medali, tim Indonesia juga membawa pulang 16 penghargaan diploma. Jumlah itu membuat tim Indonesia paling bergelimang prestasi. "Dari 38 anggota kontingen kita, 30 di antaranya mendapat medali dan penghargaan," ungkap Abdul.

Medali emas yang diperoleh tahun ini berasal dari kategori Ladies Dress Making atas nama I Nyoman Bayu, Cabinet Making (Muhammad Abidin), Web Design (Krisna Ranggabuana), Bracklaying (Edi Suwiknyo), dan Graphic Design (Heri Kurniawan). Sedangkan medali-medali perak dan perunggu didulang dari kategori Electrical Installation, Restaurant Service, Computer Aided Design and Drafting, Cooking, Graphic Design, IT/Software Application, dan Automobile Technology.

Abdul menyatakan pemerintah selama ini memberikan hadiah pilihan berupa beasiswa untuk melanjutkan studi di dalam negeri atau magang di Jepang selama tiga tahun untuk mereka yang menyumbang medali. "Pemerintah Jepang sendiri sangat welcome. Bahkan di antara mereka juga sudah ada yang ditawari kerja oleh negara lain," tuturnya. safwan ahmad

Gaya Hidup

TempoInteraktif

Sepakbola
Spurs Hajar Burnley 4-1 di Piala Carling
-----------------
Timteng
Al-Qaidah Serukan Umat Muslim Serang Israel
-----------------
Sepakbola
Denilson Merapat ke Bolton Wanderers
-----------------
Basket
Gara-Gara Menyerang Gaza, Tim Basket Israel Kalah WO
-----------------
Timteng
Korban Tewas: Israel 10, Palestina 660
-----------------
Timteng
Israel Langgar Wilayah Udara Libanon
-----------------
Amerika
Obama Akan Komentari Timur Tengah Setelah Dilantik
-----------------
Gosip
Katie Holmes Belanjakan Rp 160 Miliar
-----------------
Raket
Taufik Hidyat Mundur dari Malaysia Terbuka  
-----------------
Sepakbola
Beckham Catat Debut Gemilang Bersama AC Milan di Dubai
-----------------

Custom Search