Koran Tempo On Line
 
     
     
     

 

 

 


Daftar Isi


Front Page

Budaya

Ekonomi dan Bisnis

Gaya Hidup

Ilmu dan Teknologi

Internasional

Metropolitan

Nasional

Nusantara

Olahraga

Opini

Rabu, 16 January 2002


Maissy, Sang Ibunda, dan Gelanggang Layar Kaca

JAKARTA - Maissy nama artis cilik itu. Lengkapnya Pramaisshela Arinda Daryono Putri. Cantik, berambut panjang, dan kenes. Panggilan akrabnya di rumah pun menyesuaikan tampilannya, Cantik.

Maissy adalah bagian dari roda industri hiburan yang berputar cepat dan keras. Yang tak tahan bisa jatuh berhumbalangan. Maissy adalah satu dari sejumlah artis cilik yang berjuang--atau tepatnya diperjuangkan--untuk bertahan di tengah iklim persaingan industri hiburan yang ketat. Di tempat lain ada Joshua, Tasya, dan Sherina, untuk menyebut beberapa nama.

Di usianya yang ke-12 pada 23 Maret 2002 nanti, Maissy telah memiliki 11 album kaset. Berarti, hampir setiap tahun dalam hidupnya, siswa kelas 6 SD Strada Wiyatasana Jakarta ini memproduksi satu album. Jumlah ini sekian kali lipat lebih banyak daripada rata-rata album artis cilik lain. Sherina, misalnya, baru punya empat album, dari Andai Aku Besar Nanti hingga I Have A Dream. Joshua punya sekitar lima album, dari Cit Cit Cuit hingga Lonjak-Lonjak.

Namun, itu belumlah cukup. Dunia layar lebar dan televisi pun perlu dirambah untuk mengukuhkan diri. Sherina, misalnya, melesat dengan film Petualangan Sherina yang laris bak kacang goreng. Tasya, penyanyi cilik yang berusia 9 tahun, sibuk beraksi di serial Tasya. Sementara, Joshua sudah malang melintang di sejumlah sinetron seperti Anak Ajaib.

Kini, Maissy pun memasuki gelanggang layar kaca dengan sinetron Melati Putih. Sebelumnya, artis cilik ini cukup familiar bagi penonton cilik sebagai presenter acara Ci… Luk… Baaa…! di SCTV. Album-album dan sinetronnya ini dibidani kelahirannya oleh Merry Herawati, ibunda Maissy yang juga bertindak sebagai produser album Maissy sebelumnya di bawah bendera PT Pramaissindo Permata Citra. Berkat sang ibunda pula, nama Maissy pun diabadikan sebagai nama restoran atau kafe di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

Namun, dengan segala langkah tersebut, Merry menolak jika dianggap dirinya terlalu memaksakan karir sang putri bungsunya. “Saya tidak pernah memaksa Maissy. Saya tetap mengukur apakah putri saya mampu atau tidak. Lihat saja hasilnya di layar kaca,” kata Merry kepada sejumlah wartawan, Senin (14/1), di Jimbani Cafe, Jl. Kemang Raya 35, Jakarta Selatan, dalam acara peluncuran sinetron baru tersebut.

Maissy, yang dalam acara tersebut duduk di sebelah sang ibunda pun mengaku kalau keinginan untuk main sinetron, misalnya, justru datang dari dirinya sendiri. “Dari dulu Maissy ingin main sinetron. Tapi baru kali ini ada kesempatan. Kalau akting Maissy masih kurang-kurang, maklum aja ya. Maissy kan baru pertama kali main,” kata gadis cilik ini dengan kenesnya.

Rencana membuat sinetron itu, kata Merry, sudah lama masuk dalam jadwal perusahaannya. Maissy dipasang, utamanya karena, “Yah, kalau memakai pemain lain yang terkenal, saya nggak kuat bayar,” kilah Merry.

Untuk mendukung kesuksesan sinetron, Merry pun mempersiapkan album soundtrack sinetron tersebut. Album bernama Melati Putih itu jadi album ke-11 Maissy. Album itu berisi sembilan tembang yang hadir mengisi kisah Melati Putih di layar kaca. “Saya ingin sinetron ini menjadi drama musikal serial keluarga yang disenangi masyarakat. Bukan hanya dari segi cerita, tapi juga lagu-lagunya bisa melekat di hati pemirsa,” papar Merry.

Lantaran persiapan syuting yang agak molor, terpaksa peluncuran album Melati Putih tertunda di pasaran sambil menunggu sinetron siap ditayangkan. “Apa boleh buat, agak sedikit meleset peluncurannya, karena memang sudah menjadi komitmen kami dengan pihak Maissy,” kata Sutanto Hartono, Managing Director Sony Wonder, distributor album kaset Maissy.

Makanya, sepanjang tahun 2001, Maissy boleh dikata tidak memiliki album baru karena konsentrasinya menyelesaikan sinetron. Padahal, selama ini, putri pasangan Darjono Soetiarno dan Merry ini dikenal sebagai artis cilik yang sangat produktif. Albumnya pun dikenal laris manis di pasaran. Album Ci Luk Baaa!, misalnya, laku hingga 500 ribu keping lebih.

Merry sangat ketat sekali mempersiapkan sinetron dan album baru Maissy. Bukan hanya dalam hal penciptaan lagu, dalam memilih dengan siapa Maissy akan beradu akting pun Merry turun tangan. “Saya bilang sama Maissy, kalau mau main sinetron, yang menjadi neneknya harus Ade Irawan. Kalau nggak, saya nggak mau,” kata Merry tegas tanpa menjelaskan alasannya.

Sinetron Melati Putih menceritakan tentang tokoh Melati yang diperankan Maissy, seorang gadis kecil berumur 11 tahun. Gadis berambut panjang itu tergolong cerdas dan energik meski cenderung keras kepala. Dalam kehidupan sehari-hari yang sederhana, Melati sangat dekat dengan sang nenek (dimainkan oleh Ade Irawan). Itu karena hanya sang nenek yang sangat mengerti gadis cilik itu.

Selain Ade Irawan, Merry juga merangkul Nungky Kusumastuti yang juga dikenal sebagai penari. Seberapa jauh usaha Merry ini berhasil, tentulah tergantung dari seberapa terpikat pemirsa cilik terhadap tayangannya nanti. telni rusmitantri

 
Search

   Help

Berita lainnya

Panwas Protes KPU Jawa Timur - 06 Jul 2008 | 18:08 WIB
Korban Lumpur Lapindo Banyak Yang Belum Ambil Bantuan Presiden - 06 Jul 2008 | 16:52 WIB
Ibu Tewas Tertabrak Bus Transjakarta - 06 Jul 2008 | 16:45 WIB
Kejaksaan Sudah Periksa 7 Orang - 06 Jul 2008 | 16:20 WIB
Tersangka Bom Ikan Ditangkap - 06 Jul 2008 | 16:19 WIB
Banyuwangi Dapat Rp 7 Miliar - 06 Jul 2008 | 16:17 WIB
Purwakarta Tunda Proyek Rp 26 Miliar - 06 Jul 2008 | 16:15 WIB
Kabupaten Kediri Dirikan Posko Tanggap Flu Burung - 06 Jul 2008 | 16:14 WIB
Jawa Barat Butuh Badan Pemberdayaan Perempuan - 06 Jul 2008 | 16:13 WIB
Dradjad : Awasi Tim Pansus Angket BBM DPR - 06 Jul 2008 | 16:00 WIB
>

index berita


© korantempo